Jumat, 11 Agustus 2017

[REVIEW] Forever with You - Ria N. Badaria

Diposting oleh My Booklicious di 11.42 0 komentar

Judul: Forever With You
Penulis: Ria N. Badaria
Editor: Astheria Melliza
Desain Sampul: Marcel A. W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
ISBN: 978-602-03-2867-6

BLURB

Bagi Liana Hanjaya, jatuh cinta sama mudahnya seperti berganti model rambut. Dia terlalu mudah dan terlalu sering jatuh cinta pada… laki-laki yang salah.

Lelaki terbaru yang membuat Liana terpesona adalah Dimas, kopilot di maskapai penerbangan ternama. Kali ini, Liana yakin Dimas akan menjadi pria sempurna dalam kisah cinta sempurna seperti yang selalu ditulis Liana dalam novel-novel larisnya.

Namun, fantasi Liana terganjal oleh Rinto, sahabat masa kecilnya yang juga menjadi sahabat terbaiknya. Semakin dekat Liana dengan Dimas, semakin Rinto menunjukkan ketidaksukaannya dan meyakinkan Liana bahwa Dimas juga termasuk lelaki yang salah. Dan di saat yang sama, untuk pertama kalinya, Liana menyadari keberadaan Rinto lebih dari sekadar sahabat.

***

"Kalau sekarang gue bilang gue jatuh cinta sama lu, apa kita akan baik-baik saja?" (hal. 136)

Cerita ini diawali adegan pertemuan Liana dengan laki-laki kenalan ibunya. Namun pertemuan itu seperti biasa, tak memberi hasil yang manis. Dan tentu saja kegagalan kencan buta untuk ke sekian kali itu akan menjadi bahan curhatannya pada Rinto.

Rinto sudah biasa menghadapi curhatan Liana itu. Salah satu tugasnya adalah menenangkan Liana saat dia nyaris putus asa pada kehidupan asmaranya. Memang, menurut Rinto ada yang salah dengan jantung Liana, buktinya jantung selalu berdebar pada orang yang salah. 

Tapi kemudian orang yang membuat jantung Liana berdebar adalah laki-laki yang bersamanya di lift gedung apartemennya. Laki-laki yang mengenakan celana jins, serta pasangan polo shirt dan cardigan hitam. Laki-laki yang menurut Liana begitu sempurna. Dan ternyata... laki-laki itu bermaksud mendatangi apartemen Rinto yang memang berseberangan dengan miliknya. 

Setelah mengorek info dari Rinto, akhirnya Liana tahu bahwa laki-laki itu adalah Dimas, sepupu Rinto. Dimas adalah laki-laki dewasa berusia 31 tahun, tinggal di Yogyakarta, berprofesi sebagai kopilot suatu maskapai penerbangan. Dan yang paling penting: Dimas masih single.

Lewat Rinto, Liana akhirnya berkenalan dengan Dimas. Sosok Dimas yang menarik, sikap ramah serta kemandiriannya membuat Liana mulai jatuh cinta. Dan beruntungnya, Dimas pun seperti memiliki ketertarikan yang sama terhadap Liana.

Namun, perjalanan cinta Liana tidak semudah itu. Ada Rinto yang membuat hatinya terganjal. Sahabatnya sejak kecil itu seolah keberatan dengan kedekatan Liana dan Dimas. Apa yang sebenarnya terjadi antara Liana, Dimas, dan Rinto?

"Jangan berubah terlalu banyak demi seseorang. Kalau orang itu tulus cinta sama lu, dia akan menerima lu apa adanya, bukan menerima lu setelah berubah." (hal. 173)

***

"Aku bukan wanita tamak yang bahagia diperebutkan dengan saling pukul." (hal. 236)

Novel ini menceritakan tentang Liana, penulis berusia 29 tahun yang belum juga menemukan belahan jiwanya. Dia terlalu mudah untuk jatuh cinta. Jika sesorang punya 1 dari sekian butir kriteria idamannya, maka ia dengan mudahnya menyatakan diri sudah jatuh cinta pada orang tersebut. Hasilnya, hubungannya selalu kandas di tengah jalan.

Tema yang cukup familier sebenarnya, tentang perempuan uang usianya sudah matang, tapi masih belum berumah tangga. Namun selain tentang perempuan matang yang belum punya pasangan, novel ini juga menyisipkan bumbu "prenjon". Duuhhhh 😅😅😅 Sepertinya prenjon memang tidak kenal usia.

Meskipun ide utamanya cukup mainstream, tapi tetap tidak membosankan. Banyak adegan yang membuat greget juga, di antaranya yang paling kaget itu pas Liana pagi-pagi gedor pintu apartemen Rinto. Yang terjadi setelahnya bikin melongo dan ngakak. 😁😁 Bahasanya yang rapi membuat kisahnya mengalir, nyaman buat dibaca. 

Ceritanya menggunakan alur maju, dan diceritakan dari sudut pandang orang ketiga. Sebenarnya aku merasa alurnya cukup lambat. Tapi karena banyaknya adegan menggemaskan tadi membuatku tidak merasa bosan.

Tokoh-tokohnya bikin kasihan sebenarnya. Liana terlalu mudah jatuh cinta sampai harus terluka berkali-kali. Dimas juga telah disakiti, tapi saat dia berusaha buat tidak menyakiti, jalannya malah terhadang. Dan Rinto? Duh, dia seperti tempat bersandar yang tanpa sinyal. 'Radar pencari pasangan' milik Liana tidak bisa mendeteksi Rinto sebagai sosok yang bisa jadi kandidat pasangan hidupnya. 

Karakter Liana dan Rinto ini gemes-gemes-ngeselin sebenarnya. Usia mereka sudah dewasa, tapi untuk urusan cinta kadang bersikap childish. Kalau Dimas, ah, pokoknya dia ini salah satu contoh laki-laki yang suami-able. 

Setelah baca novel ini, kalian akan paham bahwa mencari pasangan hidup tidak bisa hanya mengandalkan debar jantung. Ada bergitu banyak hal yang harus dipertimbangkan. 

Kalau kalian penikmat novel romance yang ringan dan menggemaskan, Forever with You ini bisa jadi pilihan. Jadi, selamat berburu di toko buku kesayangan kalian, ya. 😊😊




Read More >>>

Senin, 10 Juli 2017

[REVIEW] Strawberry Cheesecake - Ayuwidya

Diposting oleh My Booklicious di 15.53 0 komentar

Judul: Strawberry Cheesecake
Penulis: Ayuwidya
Penyunting: Hutami Suryaningtyas dan Dila Maretihaqsari
Perancang Sampul: Nocturvis
Ilustrasi Isi: labusiam
Pemeriksa Aksara: Kiki Riskita Sari
Penata Aksara: Anik Nurcahyati & Martin Buczer
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: Maret 2016
ISBN: 978-602-291-138-8

BLURB

Selama menjadi artis terkenal, tantangan kali ini benar-benar mengusik Alana. Demi menarik simpati pujaan hatinya, Alana menerima tantangan itu. Reality show membuat kue! Di sinilah petaka dimulai. Alana bisa melakukan apa pun, kecuali memasak! Kalau bukan karena Aidan, mana mungkin ia bersusah-susah melakukan ini.

Ia terpaksa harus berbohong di depan kamera, pura-pura mahir. Adonan menjijikkan, kue bantat, dekorasi mengerikan adalah hasil karya Alana selama proses syuting. Untungnya, ia bertemu Regan di kafe tempat mereka syuting. Alana takjub dengan kemampuan Regan membuat kue. Karenanya, Alana membujuk Regan habis-habisan untuk mengajarinya.

Meski Regan galak dan menyebalkan, Alana terpaksa belajar darinya. Alana benci harus menghadapi Regan yang sok cool itu setiap hari. Ia benci terlihat bodoh di depan Regan. Dan, yang paling tidak disukai Alana adalah ia benci harus menyangkal tunas-tunas perasaan yang tumbuh di hatinya, untuk Regan.

***

Alana

Demi mendapatkan hati Aidan, Alana melakukan kebohongan yang akhirnya membawa Alana pada Celebrity Cake Show. Dalam reality show tersebut, Alana ditantang untuk membuat berbagai macam kue dan dinilai oleh beberapa juri. Untuk keperluan acara tersebut, Alana dibawa ke Strawberry Garden Deli dan bertemu dengan Regan.

Regan

Kekecewaan pada sang ayah membuat Regan memutuskan untuk pergi dari Jakarta. Regan sudah lelah membohongi diri sendiri dengan mematuhi ayahnya untuk tidak menjadi chef, padahal dunia pastry adalah kesukaannya. Ia akhirnya datang ke deli demi mengenang lagi masa-masa bahagia saat sang ibu masih di sisinya. 

"Ketika hidup mengecewakan, pelarian terbaik adalah kenangan saat diri merasa dicintai." (Regan, hal. 21)

Bertemu dengan Regan adalah suatu keberuntungan bagi Alana. Meski awalnya Alana kesal karena Regan memberi komentar buruk pada kue buatannya, namun dari sana pula Alana menjadi tahu tentang keahlian Regan dalam membuat kue. Alana pun memanfaatkan hal itu dan meminta Regan membantunya. Dengan berbagai bujukan dan syarat, akhirnya Regan bersedia membantu Alana.

Membantu gadis selebriti itu berarti Regan harus siap menghadapi orang-orang terdekat yang akhirnya mengetahui hobi tersembunyinya. Namun, menghabiskan banyak waktu bersama gadis itu juga telah menimbulkan debar-debar asing di dada Regan. Di sisi lain, Alana juga mulai bingung dengan hatinya: apakah masih sepenuhnya milik Aidan? atau sebagian telah ditempati Regan?

"... seharusnya kamu tidak usah melakukan hal-hal yang kamu tidak suka .... Sayang kalau waktumu itu dihabiskan untuk mengerjakan hal-hal yang tidak kamu suka. Kapan kamu mau menikmati bahagia kalau begitu?" (Regan, hal. 89)

".... Nyatanya, kadang kita harus melakukan sesuatu yang kita benci untuk orang yang kita cintai." (Alana, hal. 89--90)

***

"Kita punya cara sendiri-sendiri untuk bertahan hidup tanpa orang yang kita cintai. Sebagian orang bertahan dengan memori, sebagian lagi justru terluka karena memori." (Kakek, hal. 142)

Yeaaayy... akhirnya ketemu seri Yummylit lagi. Strawberry Cheesecake ini merupakan novel yummylit ke-5 yang kubaca, sekaligus menjadi karya pertama Kak Ayuwidya yang kucicipi. Dan dibandingkan dengan seri yummylit lain yang sudah kubaca, novel ini memiliki kesan lebih ringan.

Penceritaannya dibawakan dengan santai, namun tetap rapi dan nyaman dibaca. Selain itu, penggunaan sudut pandang orang pertama juga sangat berpengaruh terhadap kesan yang kutangkap sebagai pembaca. Saat POV Alana misalnya, kalian bisa membayangkan ekspresi bosannya saat menonton tutorial membuat kue. Atau saat POV Regan, kalian akan hanyut dengan kisah mimpinya yang ditentang sang ayah. Dua situasi yang berbeda ini tertolong dengan adanya POV orang pertama, sehingga pembaca dapat merasakan posisi masing-masing tokoh.

Ceritanya dibawakan dengan alur maju. Bagian kisah masa lalu Regan pun hanya disampaikan lewat narasi saat ia menjadi pencerita. Konfliknya cukup beragam, tentang mimpi, keluarga, sahabat, juga tentang cinta. Dan karakter tokoh-tokohnya pun membuat cerita semakin hidup.

Regan digambarkan sebagai sosok yang tenang dan mampu bersikap dewasa. Sedangkan Alana sebaliknya. Ia kadang terlalu spontan dalam bertindak. Dan yang paling membuat gemas adalah bagaimana Alana begitu buta oleh cinta sesaat hingga rela berbohong demi Aidan. Padahal perasaannya mudah goyah oleh kehadiran Regan, namun ia kurang tegas dalam membuat keputusan. Lalu bagaimana dengan Aidan? Aku sama sekali enggan membahasnya. Dia terlalu menyebalkan, sama sekali bukan sosok idaman.

Pokoknya, kalau kalian sedang lelah dengan kisah cinta yang bernuansa sendu, Strawberry Cheesecake ini bisa jadi salah satu pilihan. Kelakuan Alana kalau sudah membuat kue kadang bikin senyum sendiri. Dia cukup pede meski tau kue buatannya pasti gagal. 😂😂 Dan yang paling penting, kalian bisa uji coba sendiri lewat resep-resep Regan yang ada di bagian akhir cerita.

Selamat berburu kue kesayangan dan jangan lupa baca juga seri yummylit lainnya.





Read More >>>

Jumat, 07 Juli 2017

[Wrap Up] My Booklicious Wrap Up Januari – Juni 2017

Diposting oleh My Booklicious di 14.37 0 komentar

Hola... Hola... My B kembali menyapa.

Gak terasa, sekarang udah masuk paruh kedua di tahun 2017 ini. Rasanya 6 bulan kok cepet banget lewat, ya? 😂😂 Udah ngapain aja selama semester pertama tahun ini? Semoga kita tetap semangat buat ngejar ceklist target, ya!

Nah, dari beberapa harapanku untuk tahun ini, di antaranya aku pengin makin rajin baca dan bikin review-nya. Di Goodreads Challenge, tahun ini aku menargetkan untuk baca 50 buku, tidak termasuk baca ulang. Nah pertanyaannya, sudah berapa banyak buku yang baru kubaca tahun ini?

Selama paruh pertama ini, aku udah baca 32 buku, 27 di antaranya buku baru dan 5 sisanya adalah re-read untuk keperluan review.

Buku apa aja sih yang 27 itu?
Ini dia list-nya:

2. Bintang Mika - Jacq
8. Love Cake - Jee
11. Wedding Rush - Jenny Thalia F.
14. A Wedding After Story - Merry Maeta Sari
21. Friend Don't Kiss - Syafrina Siregar
22. Dating Journey - Ally Jane
23. Miss Irresistible Stylist - Yuli Pritania
26. Persona - Fakhrisina Amalia
27. My Imperfect Lover - Lovya Diany


Dari semua buku itu, ada beberapa yang memang belum aku review, tapi ada juga yang mungkin gak akan aku buat review-nya dengan alasan tertentu. Beberapa yang akan aku review pun gak mungkin nyusul sekaligus, harus nyicil, karena harus bagi waktu (dan semangat) buat buku-buku yang masuk TBR bulan Juli ini.

***

Nah, itu dia wrap up bacaanku selama semester pertama tahun ini. Lumayan sih, 50% dari target baca 50 buku udah tercapai. Tinggal 50% lagi untuk semester kedua ini. Semoga Goodreads Challenge pertamaku ini bisa tercapai, ya. Aamiin.

Mari tetap semangat membaca dan salam literasi!





Read More >>>

Jumat, 30 Juni 2017

[REVIEW] The Passionate Marriage - Indah Hanaco

Diposting oleh My Booklicious di 11.29 0 komentar

Judul: The Passionate Marriage
Penulis: Indah Hanaco
Desain cover: Dyndha Hanjani P.
Penata Isi: Putri Widia Novita
Penerbit: Grasindo
Tahun Terbit: Maret 2017
ISBN: 978-602-375-844-9

BLURB

Tentang Gwen

Dia punya keindahan tersendiri. Pesona yang melampaui keelokan fisik yang juga dimilikinya. Di zaman serba sinting ini, menemukan perempuan seperti dia, mungkin mendekati langka. Sayang, dia terlalu takut untuk menyerahkan hatinya.

Tentang Phillip

Dia kian menawan karena kelembutan dan hati yang penuh kasih. Juga menjanjikan cinta yang tak kan pernah berkhianat. Namun, tetap saja dia pria menawan yang memikat banyak hati, magnet bagi banyak mata. Mungkinkah dia takkan pernah mematahkan janjinya?

Mereka sama-sama saling menginginkan.
Tapi yang satu tak punya keberanian untuk membuka hati dan menghadapi cinta nya . Hingga sebuah tragedi membuka pintu te rkunci yang selama ini tak pe rnah diyakini kebe radaan nya . Sayang, tatkala me reka sepakat melangkah ke sana, ada banyak sekali jebakan yang siap memusnahkan semua perasaan .

Mungkinkah CINTA MEREKA CUKUP TANGGUH untuk menang dan membungkam segala persoalan?

***

Gwen Camelia adalah seorang gadis mandiri yang bekerja untuk membiayai hidupnya serta adik-adiknya, Vivit dan Inge. Ia menjadi pencatat pesanan sekaligus kasir di Dapur Keliling, sebuah food truck yang beroperasi di kawasan perkantoran sekitar Ciawi, Bogor.

Bekerja di Dapur Keliling membuat Gwen mengenal Phillip, seorang kepala Departemen Distribusi di PT Adiwangsa Sejati. Phillip pun menjadi pelanggan tetap Dapur Keliling karena merasa tertarik pada Gwen. Paras cantik serta sikap ramah Gwen membuat Phillip semakin menyukai gadis itu. Ia pun secara terang-terangan mengajak Gwen berkencan.

Sayangnya, kisah masa lalu membuat Gwen takut untuk memberikan kesempatan pada Phillip, juga pada dirinya sendiri. Padahal hatinya pun mulai goyah oleh kebaikan Phillip. Hingga kemudian suatu kejadian buruk menimpa Gwen. Phillip yang saat itu menolongnya sudah membulatkan tekad untuk tidak melepaskan Gwen dan berniat menikahinya.

Bayangan tentang kebaikan Phillip dan keinginan untuk membahagiakan adik-adiknya membuat Gwen akhirnya menerima Phillip. Menikah dengan Gwen merupakan awal kehidupannya yang lebih baik, baik dari segi materiel maupun morel. Namun roda kehidupan terus berputar. Mulai dari berbagai rahasia masa lalu sampai hadirnya sosok-sosok pengganggu, kehidupan rumah tangga Gwen-Phillip mendapat berbagai cobaan.

Dapatkah keduanya tetap saling percaya untuk menangkis semua permasalahan yang datang?

***

Kadar kasih sayang itu nggak ditandai dengan hubungan darah, Gwen. Berapa banyak orang tua yang nggak mengasihi anak-anaknya sendiri." (hal. 142)

Novel The Passionate Marriage ini merupakan novel Delicious Marriage #2. Tokoh utamanya masih berkaitan dengan tokoh utama di Delicious Marriage #1, namun bukan seri bersambung. Jadi, novel ini tetap bisa dinikmati tanpa membuat bingung meski belum membaca Delicious Marriage #1 (soalnya aku juga belum baca 😥).

Aku udah baca beberapa karya Kak Indah Hanaco sebelum ini, termasuk seri ATWWL batch 1 sampai 3. Kak Indah punya khas sendiri tentang hero-heroine di novel-novelnya, misalnya segi fisiknya yang sering dibuat menawan dan segi sosial-psikologi mereka menjadi bahan untuk konflik. Hasilnya, aku selalu tertarik untuk membaca karya-karyanya yang lain. Mungkin karena itu pula aku menaruh ekspektasi tinggi untuk novel ini.

Tokoh-tokohnya, seperti biasa, digambarkan memiliki paras rupawan. Terutama Gwen. Kehadirannya mampu menarik perhatian para pegawai kantor yang menjadi konsumen Dapur Keliling. Sikapnya yang ramah namun tetap menutup diri dari laki-laki membuat mereka justru makin penasaran.

Sedangkan Phillip merupakan sosok yang tampan, perhatian, suka membantu. Gak hanya pada Gwen, tapi juga pada staf bawahannya di kantor. Dua adik Gwen, Vivit dan Inge, cukup menarik perhatian. Mereka bisa bersikap dewasa, tapi juga bisa sangat polos. Selain itu, kalian juga akan berkenalan dengan Janna dan Rafe. Siapa mereka? Baca aja sendiri novelnya, ya. :D Mereka cukup banyak muncul di cerita, kok.

Penceritaan di novel sudah sesuai apa yang kubayangkan. Kisah Gwen-Phillip di novel ini diceritakan dengan gaya Kak Indah yang santai dan kalimat-kalimat yang rapi. Tapi, entah kenapa, kali ini aku merasa kurang puas untuk segi konflik dan penyelesaiannya.

Beberapa masalah yang datang setelah pernikahan Gwen dan Phillip terasa kurang menantang dan cukup tertebak. Apalagi masalah-masalah itu tidak bersamaan. Jadi lebih terasa seperti ledakan kecil yang datang bergantian dan dapat dengan mudah diatasi. Untuk novel tentang dunia pernikahan, novel ini bisa dibilang cukup ringan.

Selain itu, porsi Janna dan Rafe juga sangat banyak di sini. Bahkan kisah dua orang tersebut, di luar kisah Gwen dan Phillip, hampir bisa tertebak. Aku jadi merasa fokusku terbagi. Penasaran dengan lanjutan kisah Gwen-Phillip, sekaligus penasaran dengan cerita lengkap Janna-Rafe. Tapi, kalau kalian suka bacaan dengan tokoh yang cukup banyak dan konfliknya ringan, novel ini bisa jadi pilihan.

"Kalau kau mencintaiku, kau harus memercayaiku, Gwen." (hal. 135)

Setelah novel The Passionate Marriage ini, Kak Indah juga udah menerbitkan novel young-adult penerbit Gramedia, Fixing A Broken Heart. Dua novel lainnya juga segera nyusul mejeng di toko buku. Buat kalian pecinta karya Kak Indah, selamat berburu, ya!




Read More >>>

Jumat, 23 Juni 2017

[REVIEW] Melody to the Moon - Arini Putri

Diposting oleh My Booklicious di 14.24 0 komentar

Judul: Melody to the Moon
Penulis: Arini Putri
Penyunting: Adelaine
Pemyelaras Aksara: Seplia
Desainer Sampul: Indah Rakhmawati
Penerbit: Penerbit Haru Media
Tahun Terbit: April 2017

BLURB

Cindy Karina Putri bermimpi untuk menjadi pianis sejak bertemu dengan Theo Han, seorang pianis terkenal berdarah Korea. Bagi gadis itu, sosok Theo Han bagaikan bulan yang bersinar terang, tapi jauh dan tak terjangkau.

Demi menggapai impian, Cindy berusaha keras meski keluarganya menentangnya. Dia bahkan bekerja paruh waktu di Moon Melody, sebuah toko alat musik.

Impian itu mendadak jadi lebih dekat karena kehadiran Jino, seorang stalker berambut abu-abu.

Siapakah Jino sebenarnya? Siapkah Cindy menghadapi rahasia besar mengenai sosok Theo Han?

***

"Dan piano bukan untuk orang yang menyerah. Piano hanya akan menerimamu kalau kau punya kemauan yang kuat." (hal. 67)

Melody to the Moon menceritakan tentang Cindy, seorang mahasiswi yang bermimpi menjadi seorang pianis sejak bertemu dengan Theo Han. Karena keluarganya menentang, Cindy akhirnya hanya berlatih diam-diam dan otodidak sambil bekerja paruh waktu di toko alat musik, Moon Melody.

Sosok Cindy yang begitu ceria saat bermain piano di Moon Melody menarik perhatian Jino yang saat itu tengah duduk di restoran seberang Moon Melody. Akhirnya Jino terbiasa memperhatikan dan mengikuti Cindy, menjadi stalker-nya. Kemudian sebuah sapaan setelah turun dari KRL mengawali hubungan Cindy dan Jino. 

Cindy awalnya ragu untuk dekat dengan Jino karena laki-laki itu adalah orang yang menguntitnya, apalagi Jino enggan jujur tentang alasannya. Namun Jino pernah membantunya saat nyaris kecopetan, sehingga Cindy yakin bahwa Jino tidak memiliki niat jahat. 

Keadaan mulai berubah saat Cindy menemukan satu rahasia Jino yang sangat mengejutkan. Rahasia itu membuka jalannya untuk semakin dekat pada mimpi menjadi pianis, sekaligus membawanya pada rahasia-rahasia lain, termasuk rahasia yang berkaitan dengan sang idola.

"Gadis itu... dia benar-benar enggak akan berhenti. Kadang dia memang terlihat menyebalkan dan keras kepala. Tapi semangatnya selalu membuat hati kita hangat, kan?" (hal. 90)

***

"Apa menurutmu rasa kagum bisa berubah jadi benci?"
"Mungkin. Kalau kita dibuat kecewa." (hal. 177)

Novel ini menceritakan tentang mimpi sekaligus mengangkat tema tentang musik klasik. Tapi aku gak ngerti apa-apa tentang musik klasiknya, jadi fokusku lebih ke jalan ceritanya aja. Ceritanya ini seperti memiliki 2 fokus, yaitu mimpi Cindy dan rahasia Jino-Theo. Menurutku, porsi fokus kedua lebih banyak. Detail kisah tentang Jino dan Theo lebih banyak dibandingkan kisah Cindy sendiri. Tapi dua fokus ini juga cukup berkaitan, jadi tetap menarik untuk diikuti.

Selain itu, aku juga baru pertama kali membaca karya Kak Arin. Dan novel Melody to the Moon ini menggambarkan gaya bercerita Kak Arin yang nyaman dibaca. Cerita yang lucu-gemesin, kadang nyebelin, kadang juga sendu dan bikin baper, semuanya disampaikan dengan kalimat-kalimat narasi dan dialog yang rapi sehingga sangat membantu membangun suasana cerita. 

Menurutku, alurnya juga bagus, meski ada beberapa bagian flashback Jino dan Theo yang gak banyak memberikan petunjuk tentang kejadian masa lalu dan malah bikin cerita terkesan agak mandeg. Tapi flashback itu juga nambah suasana sendu dan pastinya bikin makin penasaran sama masalah apa yang dulu terjadi di antara Jino dan Theo.

Dan, menjelang akhir aku mendapat dobrakan yang bikin kaget. Ternyata... *baca sendiri, ya!*

Lalu, yang paling aku suka di novel ini adalah karakterisasi tokoh-tokohnya. Kak Arin memberikan detail fisik yang mudah diingat. Misalnya, Jino dengan rambut abu-abu dan Cindy dijuluki stroberi karena hidungnya mudah memerah. Karakter mereka juga sangat manusiawi, bukan yang banyak drama ala FTV.  Situasi dan emosi mereka, terutama Jino-Cindy-Theo, cukup akrab dengan kehidupan sehari-hari. Interaksi mereka juga cukup kuat. 

Sayangnya, aku juga menemukan bagian yang agak membingungkan. Di halaman 51, saat Theo akan bertemu Andrew, dijelaskan bahwa Theo datang lebih dulu dan duduk sambil menunggu Andrew. Tapi, tepat di halaman 52 disebutkan bahwa Theo berjalan diikuti seorang wanita. Mungkin maksudnya yang berjalan ke arah meja Theo adalah Andrew. Tapi cuma itu aja, kok. Sisanya hanya ada 1-2 typo yang sama sekali gak mengganggu. 

Terakhir, novel ini bisa jadi kompor buat 'para Cindy' di luar sana. Jadi, jangan ragu buat masukin Melody to the Moon ke rak buku kalian, ya!




Read More >>>
 

My Booklicious Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea