Tampilkan postingan dengan label Amore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amore. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 April 2018

[REVIEW] I Love You Dearly - Ria N. Badaria

Diposting oleh My Booklicious di 12.11 0 komentar

Judul: I Love You Dearly
Penulis: Ria N. Badaria
Editor: Irna Permanasari
Desain Sampul: Marcel A.W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-602-038-155-8

BLURB

Dania Rahardi Putri, yang sedang mengembangkan bisnis clothing line, tersasar di blog milik Lee Seok Hyun, fotografer asal Korea. Bermula dari komentar di blog lalu saling berkirim surel, keduanya semakin intens berkomunikasi. Dania yang juga menggemari fotografi merasa menemukan teman yang klop.

Menekuni fotografi adalah cara Lee Seok Hyun untuk membunuh kesedihan dan rasa sepi. Dunianya mendadak berubah setelah mengenal Dania. Keceriaan, optimisme, dan antusiasme gadis itu telah menciptakan debar serta pertanyaan penuh harapan. Apakah ia jatuh cinta pada Dania?

Meski kerap terjebak dalam kesibukan pekerjaan, Raka selalu berusaha menyisihkan waktu untuk berkomunikasi dengan kekasihnya, Dania. Belakangan, ia merasa ada yang aneh dengan sikap gadis itu. Ia memercayai Dania, tapi ada hal-hal yang menggelitik pikirannya. Apakah Dania berselingkuh?

Sesungguhnya, Dania tidak mau kehilangan persahabatannya dengan Lee Seok Hyun dan tidak ingin merusak hubungannya dengan Raka. Namun, bagaimana jika Dania harus memilih? Apakah pilihan Dania akan membuatnya kehilangan keduanya?

***

Dania Rahardi Putri, wanita berusia 25 tahun yang sudah memulai bisnis clothing line bersama sahabatnya sejak empat tahun lalu. Untuk hubungan asmara, Dania ini berstaitus sebagai kekasih Raka. Hubungan mereka pun udah terjalin cukup lama: empat tahun.

Raka, anak tunggal, berwajah tampan, dan cukup mapan. Dia sering bepergian ke luar kota atau luar negeri untuk urusan bisnis keluarga. Sedangkan Lee Seok Hyun adalah pemuda berusia 23 tahun yang terperangkap dalam sepi. Masalah kesehatan membuatnya harus rela 'dikurung'. Sebagai pelarian dari rasa bosan, Seok Hyun menjadikan fotografi sebagai obatnya.

Kisah bermula saat Dania menyusuri blog berisi foto-foto yang berhasil menarik perhatiannya. Karena dia suka fotografi, sekaligus bermaksud menggunakan beberapa foto di sana untuk desain pakaiannya, akhirnya dia meninggalkan komentar di beberapa postingan blog itu. Beruntungnya, Seok Hyun, sang pemilik blog, tidak berkeberatan untuk merespons komentar Dania hingga akhirnya mereka berkomunikasi via surel.

Meski berbeda negara, komunikasi Dania dan Seok Hyun tetap berjalan lancar. Awalnya berbalas surel, berlanjut ke chat, lalu sampai ber-skype-an. Bahkan mereka sudah mempertimbangkan kegiatan dan perbedaan waktu kedua negara sehingga obrolan mereka tetap berjalan lancar. Dania bahkan sampai pergi ke Korea dan menemui Seok Hyun.

Kehadiran Dania telah berhasil memberikan warna di hidup Seok Hyun. Bagaimana kalau Seok Hyun malah suka, bahkan cinta, pada Dania padahal wanita itu sudah punya kekasih? Di sisi lain, Raka sudah berkali-kali mengajak Dania melangkah ke jenjang yang lebih serius. Dania selalu menolak karena merasa belum siap. Namun, dia malah lebih dekat pada sosok Seok Hyun.

Apa Seok Hyun akan bertahan dan memperjuangkan perasaan yang baru pertama kali mengusik hatinya? Apa Raka akan menyerah dan merelakan kekasih empat tahunnya pergi? Keputusan apa yang akan diambil Dania saat dia harus memilih?

***

"Aku memang bodoh, tapi belum terlalu bodoh untuk membohongi diriku sendiri dengan kebahagiaan semu yang kurasakan. Kebahagiaan yang kubangun di atas kesedihan orang lain." (hal. 277)

Novel ini mengisahkan cinta yang penuh pengorbanan dan taburan ketulusan. Raka selalu bersikap pengertian, mengalah untuk Dania. Seok Hyun pun demikian. Dia selalu mementingkan kebahagiaan Dania.

Ceritanya disampaikan dari PoV ketiga dengan menggunakan alur maju. Bagian konfliknya memang mudah ditebak. Namun, ceritanya enggak membosankan karena karakter tokoh cukup kuat. Aku berkali-kali dibuat kesal sama tokoh Dania. Aku juga merasa puas sama penyelesaian konfliknya.

Novel ini memang berlatar dua negara, Indonesia dan Korea. Dialognya tentu enggak dibuat sejenis. Untuk latar Indonesia, dialognya khas perkotaan. Sapaannya lo-gue atau aku-kamu, kalimat obrolannya juga enggak kaku. Sebaliknya, untuk bagian yang berlatar Korea, dialog tokohnya pun menyesuaikan. Sapaannya menggunakan aku-kau, dan kalimatnya pun cenderung formal.

Dengan penceritaan seperti ini, pembacanya jadi enggak bingung karena mudah untuk dibedakan. Latar kedua negara pun jadi terasa lebih kental. Selain itu, setting Korea-nya juga bisa jadi tambahan info buat yang mau liburan ke sana.

Kalau suka novel dari kelompok Amore, ILYD ini cocok buat kalian.




Read More >>>

Selasa, 07 November 2017

[REVIEW] Love You More - Devania Annesya

Diposting oleh My Booklicious di 12.29 0 komentar

Judul: Love You More
Penulis: Devania Annesya
Editor: Aditiyo Haryadi
Desain Sampul: Eduard Iwan Mangopang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Agustus, 2017
ISBN: 978-602-034-609-0

BLURB

Sudah berkali-kali Hanung dijodohkan, berkali-kali pula ia menolaknya. Tak disangka, pria itu merasa cocok dengan pilihan terakhir ibunya. Di sisi lain, Faya yang terus fokus pada kariernya tak pernah menduga akan menyukai Hanung, pria yang dijodohkan dengannya.

Sampai akhirnya Hanung bertemu Nando yang telah lama memendam perasaan terhadap Faya. Namun, bukan hanya itu yang menimbulkan masalah dalam pernikahan mereka. Ternyata Nando memiliki keterkaitan dengan wanita yang dulu pernah Hanung cintai.

Jika muncul kesempatan untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu, akankah Hanung mengorbankan segalanya, termasuk pernikahannya?

***

"Gimana bisa seseorang patah hati bahkan sebelum dia sadar telah jatuh cinta?" (hal. 101)

Novel Love You More ini memiliki tema ceritanya cukup umum, tentang perjodohan dan kehadiran masa lalu yang membawa kejutan. Hanung dan Faya. Dua orang yang sama-sama tengah fokus pada karier, tapi didesak untuk segera menikah karena usia yang dianggap sudah matang. Perjodohan keduanya berjalan lancar. Hanung tertarik pada Faya sejak pertemuan pertama, begitu pula sebaliknya.

Namun, sesuatu terungkap setelah Hanung bertemu Nando, sahabat Faya. Ini adalah bagian yang paling aku suka, saat pertanyaan demi pertanyaan mulai terjawab. Terlebih lagi, meskipun temanya cukup familier, penulis memasukkan sisi-sisi 'kelam' ke dalam cerita sehingga tetap menarik dibaca. 

Permainan alurnya juga cantik. Setting waktu yang maju-mundur bahkan sempat membuatku terkecoh. Karakter tokohnya kuat dengan sisi psikis dan sosial yang seimbang. Interaksinya juga alami, dan memiliki suasana sendu yang cukup kental. Jangan berharap banyak adegan yang manis-manis, karena di novel ini justru lebih banyak adegan yang membuat miris.

Masalah internal keluarga Faya sebenarnya menarik untuk dibahas. Hanya saja, hal itu mungkin bisa mengganggu fokus jika terlalu banyak dibahas. Jadi, rasanya masuk akal kalau hanya dicantumkan sekilas.

Ending yang dipilih pun tetap menarik, apalagi dengan prolog dan epilog yang begitu rapi. Aku suka sosok Faya. Dia ini cantik dan baik hati, gak egois juga. Namun, kebaikan Faya masih batas wajar, ya, bukan yang too good to be true gitu. Masih manusiawi, lah.

Ini merupakan karya Kak Annesya pertama yang kubaca. Beruntungnya, aku langsung menyukai gaya berceritanya yang sederhana dan to the point. Bacanya jadi nyaman dan gak membosankan.

Ssttt.. Di bagian belakang novel ini juga tercantum 'novel dewasa' lho. Meskipun menurutku masih tergolong aman, tapi tetap harus jadi pertimbangan kalian yang mau baca, ya.

"Orang yang sudah mati, sebaiknya nggak mengganggu orang yang masih hidup." (hal. 131)

Jadi, gimana Hanung menyelesaikan semua 'urusan'nya? Bagaimana pula nasib pernikahannya dengan Faya?

Nah, baca sendiri bukunya, ya! Kalau suka bacaan romance yang bernuasa gelap, novel ini bisa jadi alternatif kalian. Jadi, selamat berburu!



Read More >>>

Jumat, 11 Agustus 2017

[REVIEW] Forever with You - Ria N. Badaria

Diposting oleh My Booklicious di 11.42 0 komentar

Judul: Forever With You
Penulis: Ria N. Badaria
Editor: Astheria Melliza
Desain Sampul: Marcel A. W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
ISBN: 978-602-03-2867-6

BLURB

Bagi Liana Hanjaya, jatuh cinta sama mudahnya seperti berganti model rambut. Dia terlalu mudah dan terlalu sering jatuh cinta pada… laki-laki yang salah.

Lelaki terbaru yang membuat Liana terpesona adalah Dimas, kopilot di maskapai penerbangan ternama. Kali ini, Liana yakin Dimas akan menjadi pria sempurna dalam kisah cinta sempurna seperti yang selalu ditulis Liana dalam novel-novel larisnya.

Namun, fantasi Liana terganjal oleh Rinto, sahabat masa kecilnya yang juga menjadi sahabat terbaiknya. Semakin dekat Liana dengan Dimas, semakin Rinto menunjukkan ketidaksukaannya dan meyakinkan Liana bahwa Dimas juga termasuk lelaki yang salah. Dan di saat yang sama, untuk pertama kalinya, Liana menyadari keberadaan Rinto lebih dari sekadar sahabat.

***

"Kalau sekarang gue bilang gue jatuh cinta sama lu, apa kita akan baik-baik saja?" (hal. 136)

Cerita ini diawali adegan pertemuan Liana dengan laki-laki kenalan ibunya. Namun pertemuan itu seperti biasa, tak memberi hasil yang manis. Dan tentu saja kegagalan kencan buta untuk ke sekian kali itu akan menjadi bahan curhatannya pada Rinto.

Rinto sudah biasa menghadapi curhatan Liana itu. Salah satu tugasnya adalah menenangkan Liana saat dia nyaris putus asa pada kehidupan asmaranya. Memang, menurut Rinto ada yang salah dengan jantung Liana, buktinya jantung selalu berdebar pada orang yang salah. 

Tapi kemudian orang yang membuat jantung Liana berdebar adalah laki-laki yang bersamanya di lift gedung apartemennya. Laki-laki yang mengenakan celana jins, serta pasangan polo shirt dan cardigan hitam. Laki-laki yang menurut Liana begitu sempurna. Dan ternyata... laki-laki itu bermaksud mendatangi apartemen Rinto yang memang berseberangan dengan miliknya. 

Setelah mengorek info dari Rinto, akhirnya Liana tahu bahwa laki-laki itu adalah Dimas, sepupu Rinto. Dimas adalah laki-laki dewasa berusia 31 tahun, tinggal di Yogyakarta, berprofesi sebagai kopilot suatu maskapai penerbangan. Dan yang paling penting: Dimas masih single.

Lewat Rinto, Liana akhirnya berkenalan dengan Dimas. Sosok Dimas yang menarik, sikap ramah serta kemandiriannya membuat Liana mulai jatuh cinta. Dan beruntungnya, Dimas pun seperti memiliki ketertarikan yang sama terhadap Liana.

Namun, perjalanan cinta Liana tidak semudah itu. Ada Rinto yang membuat hatinya terganjal. Sahabatnya sejak kecil itu seolah keberatan dengan kedekatan Liana dan Dimas. Apa yang sebenarnya terjadi antara Liana, Dimas, dan Rinto?

"Jangan berubah terlalu banyak demi seseorang. Kalau orang itu tulus cinta sama lu, dia akan menerima lu apa adanya, bukan menerima lu setelah berubah." (hal. 173)

***

"Aku bukan wanita tamak yang bahagia diperebutkan dengan saling pukul." (hal. 236)

Novel ini menceritakan tentang Liana, penulis berusia 29 tahun yang belum juga menemukan belahan jiwanya. Dia terlalu mudah untuk jatuh cinta. Jika sesorang punya 1 dari sekian butir kriteria idamannya, maka ia dengan mudahnya menyatakan diri sudah jatuh cinta pada orang tersebut. Hasilnya, hubungannya selalu kandas di tengah jalan.

Tema yang cukup familier sebenarnya, tentang perempuan uang usianya sudah matang, tapi masih belum berumah tangga. Namun selain tentang perempuan matang yang belum punya pasangan, novel ini juga menyisipkan bumbu "prenjon". Duuhhhh 😅😅😅 Sepertinya prenjon memang tidak kenal usia.

Meskipun ide utamanya cukup mainstream, tapi tetap tidak membosankan. Banyak adegan yang membuat greget juga, di antaranya yang paling kaget itu pas Liana pagi-pagi gedor pintu apartemen Rinto. Yang terjadi setelahnya bikin melongo dan ngakak. 😁😁 Bahasanya yang rapi membuat kisahnya mengalir, nyaman buat dibaca. 

Ceritanya menggunakan alur maju, dan diceritakan dari sudut pandang orang ketiga. Sebenarnya aku merasa alurnya cukup lambat. Tapi karena banyaknya adegan menggemaskan tadi membuatku tidak merasa bosan.

Tokoh-tokohnya bikin kasihan sebenarnya. Liana terlalu mudah jatuh cinta sampai harus terluka berkali-kali. Dimas juga telah disakiti, tapi saat dia berusaha buat tidak menyakiti, jalannya malah terhadang. Dan Rinto? Duh, dia seperti tempat bersandar yang tanpa sinyal. 'Radar pencari pasangan' milik Liana tidak bisa mendeteksi Rinto sebagai sosok yang bisa jadi kandidat pasangan hidupnya. 

Karakter Liana dan Rinto ini gemes-gemes-ngeselin sebenarnya. Usia mereka sudah dewasa, tapi untuk urusan cinta kadang bersikap childish. Kalau Dimas, ah, pokoknya dia ini salah satu contoh laki-laki yang suami-able. 

Setelah baca novel ini, kalian akan paham bahwa mencari pasangan hidup tidak bisa hanya mengandalkan debar jantung. Ada bergitu banyak hal yang harus dipertimbangkan. 

Kalau kalian penikmat novel romance yang ringan dan menggemaskan, Forever with You ini bisa jadi pilihan. Jadi, selamat berburu di toko buku kesayangan kalian, ya. 😊😊




Read More >>>

Senin, 13 Maret 2017

[REVIEW] The Rising Star - Angelique Puspadewi

Diposting oleh My Booklicious di 08.56 0 komentar



Judul: The Rising Star
Penulis: Angelique Puspadewi
Editor: Husfani Putri
Ilustrator: HevnGrafix.com
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2015
Tebal Buku: 232 halaman
ISBN: 978-602-03-1385-6

BLURB

Sebagai artis junior, Alexa diminta terlibat dalam rekayasa untuk menaikkan pamor Juna, artis menyebalkan dan sok ganteng yang sama-sama bernaung di RR Production. Tidak tanggung-tanggung, mereka akan menciptakan skandal. Rumornya, Alexa ketahuan hamil dengan Juna padahal dia sudah bertunangan dengan Bara, caleg yang juga butuh pemberitaan sensasional agar semakin dikenal masyarakat. Jika ini berhasil bukan hanya pamor Juna dan Bara yang akan melambung, tapi nama Alexa juga akan bersinar. Mereka bertiga akan menjadi The Rising Star.

Skenario yang dijalankan nyaris sempurna, hingga sandungan kecil mengacaukan semuanya. Setelah hangout sampai teler berat di pub dan terbangun di kamar hotel, Alexa mengalami gejala yang dialami oleh perempuan yang sungguhan hamil! Sialnya, Alexa tidak tahu dengan siapa ia tidur malam itu.

Adegan demi adegan yang mereka jalani ternyata malah membuat Juna dan Bara menyukai Alexa. Mereka sama-sama memberi perhatian pada Alexa dan berusaha memperebutkan cinta gadis itu. Namun, ternyata diam-diam sebenarnya hati Alexa sudah ditambatkan pada pria yang terlarang untuk ia cintai....

***

"Seorang anak tidak dapat membayar kebaikan orangtua." (hal. 156) 

Alexa, Juna, dan Bara akan menjalani skenario cinta segitiga untuk menjadi sosok yang bersinar.

Secara pribadi, Alexa tidak menyukai sikap Juna yang dingin dan sombong. Alexa bahkan marah-marah di rooftop gedung perkantoran orang lain untuk meluapkan emosinya terhadap Juna. Begitu pula sebaliknya, Juna tidak menyukai Alexa karena menurutnya mereka ada di level berbeda.

Di samping itu, Alexa tidak mengenal Bara. Ia juga tidak tahu kalau Bara akan ikut dalam dramanya dengan Juna. Maka, saat pertemuan di RR untuk membahas skenario, Alexa merasa kaget. Barulah ia mengingat Bara sebagai orang yang menyebutnya 'ababil' saat di rooftop tempo hari.

Pertemuan tak sengaja dengan Alexa di rooftop meninggalkan kesan mendalam di benak Bara. Bermain dalam skenario yang sama membuat Bara ingin semakin dekat dengan Alexa. Di samping itu, Juna tidak mengerti dengan perasaannya pada Alexa. Semenjak Alexa datang ke apartemen dan meninggalkan finger print di dadanya, pandangan Juna terhadap Alexa pun berubah. Kini, Juna menjadi lebih ramah dan tidak meremehkan Alexa lagi.

Saat skenario telah berjalan, kedatangan Alexa ke dokter kandungan membuat pihak RR kaget karena hal itu ada di luar rencana. Di samping membuat drama mereka semakin hidup, keadaan Alexa juga membuat Bara dan Juna khawatir.

Bagaimana akhir dari skenario yang mereka jalani bersama saat cinta, ego, dan kerelaan mereka diuji?

"Cinta yang dewasa adalah yang memikirkan segala aspek." (hal. 197)

***

The Rising Star merupakan novel Kak Angel kedua yang kubaca, setelah sebelumnya membaca In Between. Jika In Between bercerita tentang cinta terpendam, The Rising Star ini memiliki konflik yang lebih luas. Ceritanya tidak hanya seputar skenario yang dijalani Alexa, Juna, dan Bara, tetapi juga tentang Alexa dan keluarganya. Pembaca tidak hanya akan berkenalan dengan 3 tokoh utama, tapi juga akan mengenal Arya, Winona, dan Olivia.

Jika dibanding dengan In Between, The Rising Star memiliki alur yang lebih cepat. Ini bisa jadi karena adanya dua konflik berbeda, yaitu skenario dan kehidupan nyata masing-masing tokoh, yang sama-sama harus diselesaikan. Cepatnya alur ini juga yang membuatku merasa terganjal dengan perubahan sikap Juna, karena kesannya terlalu cepat padahal intensitas interaksi Juna dan Alexa juga tidak terlalu padat. Jadi, aku merasa aliran ceritanya kurang halus.

Aku juga menemukan kesalahan penulisan nama pada halaman 81. Di sana ada dialog Arya yang mengajak Alexa pulang, tapi bukan menyebut nama Alexa, malah menyebut nama Arya. Selain itu, pada halaman 77 pun ada pergantian setting tempat namun tidak di jeda dengan tanda bintang atau keterangan tertentu sehingga aku sempat kaget oleh perubahan yang tiba-tiba.

Beruntungnya, karakter tokoh-tokoh pada novel ini menyenangkan. Jadi, meskipun alurnya cepat, tapi aku sebagai pembaca tidak kehilangan empati terhadap mereka. Alexa adalah sosok yang cinta pada keluarga dan tidak mudah menyerah. Bahkan persetujuannya untuk ikut skenario juga karena kondisi keluarga sekaligus untuk mengejar mimpi. Juna, meskipun awalnya sombong, tapi cinta membuatnya luluh dan berubah lebih ramah. Bara sejak awal memang sosok yang menyenangkan. Sayangnya, ada bagian di mana dia melawan pada kehendak orang tuanya. Arya juga sosok yang penyayang dan penurut. Ia rela berkorban untuk kebahagiaan orang-orang terdekatnya.

Selain menghadirkan tokoh-tokoh yang peluk-able, novel ini juga memberi pengetahuan tentang kesehatan serta gambaran tentang dunia hiburan layar kaca. Bahwa di balik wajah mereka yang kerap muncul, banyak pengorbanan yang telah mereka lakukan, termasuk tentang keluarga dan perasaan.

"... thats life, full of problem. If you refuse it then you die." (hal. 47)


Jika kalian salah satu pecinta lini Amore Gramedia, kisah Alexa, Juna, Bara, dan Arya ini bisa jadi salah satu pilihan.




Read More >>>

Sabtu, 11 Februari 2017

[REVIEW] In Between - Angelique Puspadewi

Diposting oleh My Booklicious di 14.04 0 komentar


Judul: In Between
Penulis: Angelique Puspadewi
Desain Cover: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2015
Tebal Buku: 224 halaman
ISBN: 978-602-03-1354-2

BLURB

Bagi Adelita, hanya Alvaro yang bisa membuat dunianya berwarna. Membuatnya jatuh cinta hingga tergila-gila. Tetapi karena pria itu atasannya di kantor, Adelita merasa minder. Mana mungkin Alvaro membalas perasaannya? Akhirnya Adelita malah menjodohkan Alvaro dengan sahabat baiknya, Keyla.

Tetapi ketika Alvaro jadian dengan Keyla, Adelita malah terjebak dilema. Antara bahagia menyaksikan kemesraan dua orang yang dia sayangi dan benci karena tak berdaya menanggung derita patah hati.

Namun, bagaimana jika ternyata Alvaro juga memendam perasaan yang sama terhadap Adelita?

*** 


Adelita Suryadipraja, wanita lajang berusia 27 tahun, bekerja sebagai sekretaris direksi di sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang properti dan perumahan mewah. Awalnya, ia begitu nyaman dengan pekerjaannya. Hingga akhirnya, tahun kedua ia jalani dengan tingkat stres yang cukup tinggi. Ia bahkan mulai mengonsumsi kopi dan merokok. Semua stresnya tersebut bukan berasal dari pekerjaan, melainkan dari beban batin yang terpendam. Beban dari rasa sukanya terhadap sang atasan, Alvaro Curchezh.

Dari waktu ke waktu, perasaan Adelita untuk Alvaro semakin berkembang. Bahkan semenjak perjalanan bisnis ke Bali, mereka mulai lebih terbuka untuk membicarakan masalah lain di luar pekerjaan. Kemudian hadir sosok Keyla, sahabat Adelita, melamar pekerjaan di perusahaan tersebut sebagai manajer umum proyek. Dengan kecerdasannya, akhirnya Keyla berhasil mendapatkan posisi tersebut. Sebagaimana sahabat yang telah lama berpisah, Keyla dan Adelita saling melepas rindu dan berbagi cerita. Dari sanalah, Adelita mengetahui bahwa Keyla tengah patah hati sebab hubungannya dengan Mike yang telah kandas. Di sisi lain, Alvaro juga baru ditinggalkan Virginia, tunangannya. Ia bahkan mengajak Adelita ke Bogor untuk makan sembari menenangkan pikirannya. Dan sejak itu, mereka resmi berteman.

Mengetahui dua orang yang disayanginya tengah mengalami patah hati, akhirnya Adelita menjodohkan Keyla dengan Alvaro. Ia melakukan berbagai hal untuk mendekatkan keduanya. Usaha perjodohan tersebut tidaklah mulus karena salah satu petinggi di kantornya, Edward, juga tengah mengincar Keyla. Saat akhirnya Keyla dan Alvaro bersatu, Adelita harusnya merasa bahagia. Namun ternyata, rasa cintanya pada Alvaro masih terlalu kuat dan itu membuatnya mengalami psikosomatis. Tidak hanya itu, penderitaan Adelita bertambah karena Edward ternyata menyimpan dendam padanya.

Persahabatan Adelita dan Keyla pun diuji. Belum lagi, perlakuan Alvaro membuatnya semakin bimbang. Apa yang akan terjadi pada Adelita, Alvaro, dan Keyla selanjutnya?

“Membohongi diri sendiri lebih sakit dari cinta tak terbalas.”

***
“Semua wanita bahagia bila pria mengistimewakannya. Bahagia diperlakukan sebagai si nomor satu. Tetapi pria belajar menyayangi perempuan dari ibunya. Wanita pertama yang dilihatnya ketika dia membuka mata. Jadi, wajar seandainya dia mementingkan kepentingan ibunya. Berharap dia melakukan hal yang sama pada istrinya kelak.” (hal. 56)

In Between merupakan novel Angelique Puspadewi pertama yang kubaca. Sekilas dari blurb-nya, terlihat konfliknya yaitu harus memilih antara memperjuangkan cinta atau merelakannya untuk sahabat. Konflik seperti ini terasa familier dalam kehidupan kita. Hal itu tentu menjadi sisi positif yang dapat digunakan untuk menarik minat pembaca. Apalagi di dalamnya tidak hanya berisi tentang Adelita, Alvaro, dan Keyla. Ada Edward dengan obsesinya pada Keyla yang membuat cerita ini menjadi semakin hidup.

Novel ini bercerita dengan alur maju dan menggunakan sudut pandang Adelita sebagai orang pertama. Pada bagian akhir terdapat satu bab yang yang diceritakan dengan sudut pandang Keyla sekaligus menjadi kilas balik sebelum menginjak pada akhir cerita. Penggunaan sudut pandang ini memang membantu pembaca agar mampu menyelami perasaan tokoh Adelita. Sayangnya, menurutku bagian perkenalan terasa agak berlebihan dan kurang sesuai dengan usia Adelita yang sudah 27 tahun. Namun itu hanya untuk bagian awal saja.

Penggambaran karakter tokoh-tokohnya cukup sesuai dengan konflik yang kemudian muncul. Kisah persahabatan Adelita dan Keyla terasa kental lewat interkasi antara keduanya. Namun tokoh yang menjadi favoritku bukanlah keduanya, melainkan Alvaro. Aku kurang menyukai Adelita karena terlalu banyak memikirkan sahabatnya. Menurutku, hal itu justru membuat persahabatan menjadi kurang seimbang dan kurang sehat. Sebaliknya, aku menyukai Alvaro. Ia akan berusaha membahagiakan orang yang disayanginya. Namun jika itu malah menyakiti orang lain atau menyakiti dirinya sendiri, ia akan berhenti dan berusaha mengambil jalan tengah dan jujur pada perasaannya sendiri.

Sekadar koreksi, aku menemukan typo pada bagian blurb, yaitu kata Adelia. Mungkin yang dimaksud adalah Adelita. Aku menyayangkan hal ini, karena letaknya akan terbaca jelas di bagian belakang buku. Selain itu, letak tagline-nya terasa kurang pas, sehingga tidak mudah terbaca. Untuk covernya, sangat khas Kak Angel yang menyukai warna pink.

“Terima perasaan itu sebagai anugerah. Jangan merasa berbeda. Melepaskan tidak sama dengan pengecut. Melepaskan adalah bersabar sementara terhadap ketentuan Tuhan....” (hal. 138)

Seperti pada tagline-nya, membohongi diri sendiri itu menyakitkan. Kita harus pandai menempatkan diri: kapan kita harus berkorban untuk orang lain dan kapan kita harus memperjuangkan kebahagiaan kita sendiri.
Secara keseluruhan, novel ini menyuguhkan kisah romance sehari-hari dan cocok untuk pecinta bacaan ringan.
 
“Hanya kamu yang tahu. Ikuti suara hatimu. Itulah nurani yang akan membimbingmu menemukan jawaban.” (hal. 139)
  
Read More >>>

Selasa, 11 Oktober 2016

[REVIEW] Love, Letter and Leuser – Nonier

Diposting oleh My Booklicious di 17.51 0 komentar

Judul Buku: Love, Letter and Leuser
Penulis: Nonier
Cover: Marcel A. W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2015
Tebal Buku: 264 halaman
ISBN: 978-602-03-2057-1

BLURB

Gara-gara Laras berdiri di ujung rooftop saat membaca surat mendiang ayahnya, Radit yang kebetulan sedang mengecek persiapan lokasi syuting di sana mengira Laras hendak bunuh diri. Terdorong naluri untuk melindungi Laras, Radit spontan merangkul gadis itu. Rangkulan tulus yang diam-diam menimbulkan debar hangat di hati Laras.

Tak disangka, mereka bertemu kembali di Taman Nasional Gunung Leuser. Laras bergabung dalam tim peneliti dari kampusnya, sedangkan Radit memimpin tim produksi film dokumenter.

Kehidupan di stasiun riset yang menantang semakin menguatkan perasaan Laras pada Radit. Sayangnya, Laras harus memendam cintanya dalam-dalam, sebab ia tahu Radit telah memiliki kekasih. Laras pun mulai membuka hatinya untuk menerima perhatian Zay, peneliti yang bekerja sama dengan tim mereka. Zay bahkan serius melamar Laras di Leuser. 

Ketika akhirnya Laras meninggalkan Leuser, pertanyaan besar tetap membayanginya. Jika memang cinta harus diperjuangkan, haruskah Laras memperjuangkan cintanya pada Radit atau berjuang menumbuhkan perasaannya pada Zay?

Read More >>>
 

My Booklicious Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea