Sabtu, 02 September 2017

[REVIEW] After Sunset - Indah Hanaco

Diposting oleh My Booklicious di 23.34 0 komentar

Judul: After Sunset
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2014
ISBN: 978-602-02-3791-6

BLURB

Awalnya...
Leah Kannitha: Dia adalah si megalomania sinting yang otaknya kena virus mematikan. Makanya dia perlu membenturkan kepala supaya bisa berpikir jernih.
Liam Hammond: Dia gadis ceroboh yang suka ikut campur urusan orang. Dia kira aku gampang terpesona dengan wajah polos dan mata besarnya?

Akhirnya...
Leah Kannitha: Aku takut ada pembuluh darahku yang pecah karena dia memegang tanganku sambil mengucapkan kata-kata cinta.
Liam Hammond: Ah, kondisiku sama sekali tidak menggembirakan. Aku sedang berusaha keras untuk berhenti menyukainya, karena aku lebih suka mencintainya.

Keduanya punya rahasia. Keduanya punya masa lalu yang menyakitkan. Tapi cinta membuat mereka harus mampu melampaui semua rasa sakit dan kegetiran yang mengadang tanpa perasaan.

Apakah mereka mampu menanggalkan masa lalu?
Mungkinkah masa depan untuk mereka memang ada?
Biarkan cinta melewati ujiannya dan memberikan jawaban.

***

"Sampai kapan kamu mau bertingkah mirip seorang ibu?" (Zsa Zsa, hal. 33)

Leah berubah drastis sejak kepergian mama dan kakaknya. Bukannya seperti gadis 20 tahun, Leah malah seperti seorang ibu-ibu. Papanya, meskipun sibuk bekerja, tapi tetap mengetahui perubahan Leah. Karenanya, papa Leah menyiapkan tiket liburan ke Bali. Leah akhirnya mengikuti keinginan papanya. Leah pergi bersama Emma, sahabatnya, dan Zsa Zsa--sepupu yang menurutnya masih bersikap kekanakan.

Liburan tidak mengubah kenyataan bahwa lubang besar setelah ditinggal sang mama dan kakak membuat Leah merasa kosong dan kerap bermimpi buruk. Bahkan meski telah 7 tahun berlalu, Leah masih sering terbangun tengah malam karena mimpinya itu. Mimpi yang tetap mengusik, termasuk saat malam pertama liburannya di Bali.

Malam itu, karena merasa sulit tidur kembali, Leah memutuskan untuk keluar kamar resor. Duduk di bangku, menghadap laut lepas. Kemudian, di sanalah ia melihat laki-laki itu. Laki-laki yang membenturkan kepalanya ke meja dengan keras. Berkali-kali.

Laki-laki itu seperti sangat kesakitan. Maka, Leah menghampirinya, menanyakan keadaannya. Sayangnya, laki-laki itu malah mengusirnya. Leah pun kaget dan jengkel. Esok harinya, di resor itu pula, Leah oleh Zsa Zsa dikenalkan pada Jen dan teman-temannya yang datang dari Inggris. 

Ternyata, laki-laki yang mengusirnya malam itu adalah salah satu teman Jen. Liam namanya. Laki-laki Inggris bermata abu-abu, mantan pembalap, dan sering menampakkan ekspresi datar.

Leah sudah telanjur kesal dan jengkel pada Liam, dan Liam pun selalu menganggap Leah sebagai orang selalu ingin ikut campur urusan orang lain. Mereka akhirnya seperti melakukan perang dingin. Tanpa banyak debat, tapi tatapan mereka mengandung aura permusuhan.

Namun, di suatu kesempatan, mereka malah saling menceritakan kisah sedih di kehidupan masing-masing. 
Bukankah itu salah satu jalan menuju pintu hati? Kemudian, saat waktu berlibur hampir habis, akankah mereka mengambil kesempatan itu? Kesempatan besar dengan risiko yang sama besarnya.

"Orang yang berbuat kurang ajar harus diajari untuk minta maaf." (Emma, hal. 93)

***

Novel ini menceritakan tentang Leah dan Liam. Leah adalah seorang perempuan berusia hampir 20 tahun, memiliki kepribadian seperti seorang ibu. Tidak hanya dalam sikap, tapi juga dari segi penamilan. Jadoel banget, pokoknya. Kemudian, Liam. Dia adalah laki-laki Inggris bermata abu-abu, seorang mantan pembalap yang selalu memasang ekspresi datar. 

Karakter dua tokoh ini cukup kuat dan memiliki alasan yang logis. Zsa Zsa dan Emma juga memiliki peranan penting dengan karakter yang sama kuatnya. Zsa Zsa yang kekanakan mampu membuat kepala Leah berasap dan membuat suasana di novel ini jadi hidup, lebih ramai.

Dengan setting di Bali dan jangka waktu yang cukup singkat, alurnya jadi terasa cepat. Itu juga mungkin yang membuat karakter tokohnya juga berkembang dengan cepat. Sosok Leah jadi lebih banyak bercanda, dan Liam yang dingin menjadi lebih banyak menebar senyum hangat.

Ceritanya dibawakan dengan beberapa kali pergantian sudut pandang. Bagian awal diceritakan bergantian dari Leah dan Liam. Selanjutnya diambil alih oleh penulis. Namun, mendekati bagian akhir, cerita dibawakan lagi dari Leah dan Liam. Memang harus jeli saat membaca. Karena kalau tidak, pembaca akan bingung siapa yang sedang bercerita. 

Sebenarnya ini bukan pertama kali. Di novel Love Me Again, Kak Indah juga menggunakan POV bergantian seperti ini. Jadi, aku tidak terlalu kaget. Keuntungannya adalah, pembaca jadi tau apa yang sebenernya dirasakan dan dipikirkan si tokoh yang bercerita.

Selain bagian awal yang memang terasa sendu dan cukup menjengkelkan, semakin jauh membaca, aku merasa ceritanya semakin menggemaskan. Jadi, kalau butuh bacaan romance yang cukup ringan, After Sunset ini bisa jadi alternatif kalian.




Read More >>>

Minggu, 13 Agustus 2017

[REVIEW] If You Come Back - Evril

Diposting oleh My Booklicious di 08.21 0 komentar

Judul: If You Come Back
Penulis: Evril
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2016
ISBN: 9786020295947

BLURB

Enam tahun, Halim Perdana Kusuma selalu percaya bahwa dirinya membenci Mahira, mantan istrinya. Namun, ketika takdir kembali mempertemukan mereka, Halim yakin ada yang salah dengan dirinya. Benci tidak cukup kuat untuk menahan Halim agar tidak mengikuti perempuan itu hingga ke rumahnya—rumah mereka di masa lalu. Jelas itu keputusan yang salah, karena kenekatan itu justru berujung pada pertemuannya dengan Gara, anak laki-lakinya, yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya. Siapa sangka, kehadiran bocah itu bisa mengubah segalanya. Termasuk membuka rahasia penyebab perpisahan Halim dan Mahira.

***

Halim tidak menyangka bahwa kehidupan rumah tangganya akan kandas di tengah jalan. Ia dan Mahira saling mencintai, tapi entah kenapa Mahira menggugat cerai dirinya dengan alasan yang tidak bisa ia terima. Meski menyesakkan, Halim harus menerima keputusan hakim di pengadilan bahwa ia dan Mahira telah resmi bercerai.

Enam tahun berselang, Halim yakin sudah meletakkan masa lalunya di tempat yang tepat agar hatinya tidak terusik lagi. Tapi melihat Mahira tetap membuatnya penasaran. Dan karena rasa penasaran itu, ia akhirnya melihat Gara, seorang anak berusia 5 tahun yang memanggilnya ayah. Hatinya pun mulai goyah. Apalagi Mahira dengan jelas menyebutkan bahwa Gara adalah putranya, putra mereka.

Halim ingin mengasuh Gara, tapi tentu Mahira akan menahannya. Itu artinya, jika Halim ingin bertemu Gara, ia akan berhadapan dengan Mahira lebih dulu. Hal itu membuat intensitas pertemuan mereka meningkat drastis. 

Kehadiran Gara dan kebersamaan dengan Mahira telah menggoyahkan hatinya. Di tengah kebimbangannya, Halim akhirnya mengetahui rahasia di balik perceraiannya dengan Mahira. Dan saat ia ingin kembali, sosok lain datang mengancam. Namun, kali ini Halim tidak akan menyerah dengan mudah.

"Kalau kamu takut gagal lagi itu wajar, Ra. Tapi kalau nggak kamu lawan rasa takut itu, sampe kapan pun kamu gak akan bisa nerima orang lain masuk ke hati kamu." (hal. 368)

***

Berbeda dengan beberapa seri Le Mariage yang kubaca sebelumnya, novel If You Come Back ini menceritakan kehidupan Halim dan Mahira setelah bercerai. Meskipun begitu, di bagian awal tetap diceritakan kisal awal pernikahan mereka sehingga pembaca tidak terlalu kebingungan.

Untuk bahasa ceritanya sendiri cukup ringan dan nyaman dibaca. Apalagi POV-nya juga dari penulis sendiri sehingga ceritanya gak berat sebelah. Alurnya maju dengan beberapa sentuhan flashback. Memang ada bagian yang mudah ditebak, tapi kelakuan Halim yang kadang jahil cukup menghibur sehingga ceritanya tidak terlalu membosankan. Dan tentunya dengan tambahan bumbu cinta segitiga antara Halim-Mahira-Cakra juga cukup membantu menambah greget pada cerita.

Kenapa bisa greget? Karena karakter tokohnya memang begitu. Mahira kadang gemesin kalau udah marah-marah sama Halim. Tapi Halim ini bikin greget gara-gara hatinya mudah goyah. Ngakunya benci Mahira, dia punya pacar pula, tapi sekalinya Mahira kenapa-napa tetap khawatir. Jadi pendiriannya seperti mudah goyah. Tapi interaksi Halim-Gara juga gemesin banget. Pokoknya kalau Halim, Mahira, dan Gara udah ngumpul, ketiganya jadi seperti keluarga yang banyak bercanda dan bikin rame. 

Hanya saja, yang membuatku aneh adalah bahwa mereka menikah saat masih kelas XII. Sebenarnya bukan gak mungkin, tapi hal itu tetap menimbulkan pertanyaan. Misalnya, "pihak sekolah tau atau enggak kalau mereka sudah menikah? Bagaimana responnya? Memang mereka mengizinkan?". Lalu tentang aturan pernikahan itu sendiri. Setauku, menurut undang-undang tentang pernikahan, usia minimal calon pengantin itu kalau laki-laki 19 tahun dan perempuan 16 tahun. Nah, berapakah usia Halim saat itu? Bisa sih kalau menikah dengan usia di bawah itu, hanya saja harus mengurus perizinan dulu ke pengadilan.

Okelah, daripada jadi melebar kemana-mana. Pokoknya bagian ini menurutku paling mengganjal. Mungkin akan lebih aman dan logis kalau di ceritanya mereka menikah setelah lulus sekolah dan usia mereka sudah dikatakan cukup. Dan mendekati bagian terakhir, ada lagi yang membuat heran lagi, yaitu saat Halim mengikuti lomba panjat pinang. Di sana disebutkan bahwa Gara ingin kulkas yang ada di ujung pohon. Ini asli, aku bingung banget. Kulkasnya digantung di pohon pinang, atau gimana? Masa kulkas yang berat gitu disimpan di ujung pohon?!

Jadi, riset pada beberapa bagiannya perlu diperdalam dan penggunaan kalimatnya harus diperhatikan untuk meminimalkan adanya ambiguitas.

Terakhir, kisah Mahira-Halim ini juga jadi contoh konflik rumah tangga yang masih banyak bertebaran dan bisa dijadikan pelajaran. Apalagi untuk pasangan yang telah memiliki anak. Akan semakin banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.

Buat kalian pecinta genre romance, jangan lupa lengkapi seri Le Mariage dengan novel If You Come Back ini, ya.




Read More >>>

Jumat, 11 Agustus 2017

[REVIEW] Forever with You - Ria N. Badaria

Diposting oleh My Booklicious di 11.42 0 komentar

Judul: Forever With You
Penulis: Ria N. Badaria
Editor: Astheria Melliza
Desain Sampul: Marcel A. W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
ISBN: 978-602-03-2867-6

BLURB

Bagi Liana Hanjaya, jatuh cinta sama mudahnya seperti berganti model rambut. Dia terlalu mudah dan terlalu sering jatuh cinta pada… laki-laki yang salah.

Lelaki terbaru yang membuat Liana terpesona adalah Dimas, kopilot di maskapai penerbangan ternama. Kali ini, Liana yakin Dimas akan menjadi pria sempurna dalam kisah cinta sempurna seperti yang selalu ditulis Liana dalam novel-novel larisnya.

Namun, fantasi Liana terganjal oleh Rinto, sahabat masa kecilnya yang juga menjadi sahabat terbaiknya. Semakin dekat Liana dengan Dimas, semakin Rinto menunjukkan ketidaksukaannya dan meyakinkan Liana bahwa Dimas juga termasuk lelaki yang salah. Dan di saat yang sama, untuk pertama kalinya, Liana menyadari keberadaan Rinto lebih dari sekadar sahabat.

***

"Kalau sekarang gue bilang gue jatuh cinta sama lu, apa kita akan baik-baik saja?" (hal. 136)

Cerita ini diawali adegan pertemuan Liana dengan laki-laki kenalan ibunya. Namun pertemuan itu seperti biasa, tak memberi hasil yang manis. Dan tentu saja kegagalan kencan buta untuk ke sekian kali itu akan menjadi bahan curhatannya pada Rinto.

Rinto sudah biasa menghadapi curhatan Liana itu. Salah satu tugasnya adalah menenangkan Liana saat dia nyaris putus asa pada kehidupan asmaranya. Memang, menurut Rinto ada yang salah dengan jantung Liana, buktinya jantung selalu berdebar pada orang yang salah. 

Tapi kemudian orang yang membuat jantung Liana berdebar adalah laki-laki yang bersamanya di lift gedung apartemennya. Laki-laki yang mengenakan celana jins, serta pasangan polo shirt dan cardigan hitam. Laki-laki yang menurut Liana begitu sempurna. Dan ternyata... laki-laki itu bermaksud mendatangi apartemen Rinto yang memang berseberangan dengan miliknya. 

Setelah mengorek info dari Rinto, akhirnya Liana tahu bahwa laki-laki itu adalah Dimas, sepupu Rinto. Dimas adalah laki-laki dewasa berusia 31 tahun, tinggal di Yogyakarta, berprofesi sebagai kopilot suatu maskapai penerbangan. Dan yang paling penting: Dimas masih single.

Lewat Rinto, Liana akhirnya berkenalan dengan Dimas. Sosok Dimas yang menarik, sikap ramah serta kemandiriannya membuat Liana mulai jatuh cinta. Dan beruntungnya, Dimas pun seperti memiliki ketertarikan yang sama terhadap Liana.

Namun, perjalanan cinta Liana tidak semudah itu. Ada Rinto yang membuat hatinya terganjal. Sahabatnya sejak kecil itu seolah keberatan dengan kedekatan Liana dan Dimas. Apa yang sebenarnya terjadi antara Liana, Dimas, dan Rinto?

"Jangan berubah terlalu banyak demi seseorang. Kalau orang itu tulus cinta sama lu, dia akan menerima lu apa adanya, bukan menerima lu setelah berubah." (hal. 173)

***

"Aku bukan wanita tamak yang bahagia diperebutkan dengan saling pukul." (hal. 236)

Novel ini menceritakan tentang Liana, penulis berusia 29 tahun yang belum juga menemukan belahan jiwanya. Dia terlalu mudah untuk jatuh cinta. Jika sesorang punya 1 dari sekian butir kriteria idamannya, maka ia dengan mudahnya menyatakan diri sudah jatuh cinta pada orang tersebut. Hasilnya, hubungannya selalu kandas di tengah jalan.

Tema yang cukup familier sebenarnya, tentang perempuan uang usianya sudah matang, tapi masih belum berumah tangga. Namun selain tentang perempuan matang yang belum punya pasangan, novel ini juga menyisipkan bumbu "prenjon". Duuhhhh 😅😅😅 Sepertinya prenjon memang tidak kenal usia.

Meskipun ide utamanya cukup mainstream, tapi tetap tidak membosankan. Banyak adegan yang membuat greget juga, di antaranya yang paling kaget itu pas Liana pagi-pagi gedor pintu apartemen Rinto. Yang terjadi setelahnya bikin melongo dan ngakak. 😁😁 Bahasanya yang rapi membuat kisahnya mengalir, nyaman buat dibaca. 

Ceritanya menggunakan alur maju, dan diceritakan dari sudut pandang orang ketiga. Sebenarnya aku merasa alurnya cukup lambat. Tapi karena banyaknya adegan menggemaskan tadi membuatku tidak merasa bosan.

Tokoh-tokohnya bikin kasihan sebenarnya. Liana terlalu mudah jatuh cinta sampai harus terluka berkali-kali. Dimas juga telah disakiti, tapi saat dia berusaha buat tidak menyakiti, jalannya malah terhadang. Dan Rinto? Duh, dia seperti tempat bersandar yang tanpa sinyal. 'Radar pencari pasangan' milik Liana tidak bisa mendeteksi Rinto sebagai sosok yang bisa jadi kandidat pasangan hidupnya. 

Karakter Liana dan Rinto ini gemes-gemes-ngeselin sebenarnya. Usia mereka sudah dewasa, tapi untuk urusan cinta kadang bersikap childish. Kalau Dimas, ah, pokoknya dia ini salah satu contoh laki-laki yang suami-able. 

Setelah baca novel ini, kalian akan paham bahwa mencari pasangan hidup tidak bisa hanya mengandalkan debar jantung. Ada bergitu banyak hal yang harus dipertimbangkan. 

Kalau kalian penikmat novel romance yang ringan dan menggemaskan, Forever with You ini bisa jadi pilihan. Jadi, selamat berburu di toko buku kesayangan kalian, ya. 😊😊




Read More >>>

Senin, 10 Juli 2017

[REVIEW] Strawberry Cheesecake - Ayuwidya

Diposting oleh My Booklicious di 15.53 0 komentar

Judul: Strawberry Cheesecake
Penulis: Ayuwidya
Penyunting: Hutami Suryaningtyas dan Dila Maretihaqsari
Perancang Sampul: Nocturvis
Ilustrasi Isi: labusiam
Pemeriksa Aksara: Kiki Riskita Sari
Penata Aksara: Anik Nurcahyati & Martin Buczer
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: Maret 2016
ISBN: 978-602-291-138-8

BLURB

Selama menjadi artis terkenal, tantangan kali ini benar-benar mengusik Alana. Demi menarik simpati pujaan hatinya, Alana menerima tantangan itu. Reality show membuat kue! Di sinilah petaka dimulai. Alana bisa melakukan apa pun, kecuali memasak! Kalau bukan karena Aidan, mana mungkin ia bersusah-susah melakukan ini.

Ia terpaksa harus berbohong di depan kamera, pura-pura mahir. Adonan menjijikkan, kue bantat, dekorasi mengerikan adalah hasil karya Alana selama proses syuting. Untungnya, ia bertemu Regan di kafe tempat mereka syuting. Alana takjub dengan kemampuan Regan membuat kue. Karenanya, Alana membujuk Regan habis-habisan untuk mengajarinya.

Meski Regan galak dan menyebalkan, Alana terpaksa belajar darinya. Alana benci harus menghadapi Regan yang sok cool itu setiap hari. Ia benci terlihat bodoh di depan Regan. Dan, yang paling tidak disukai Alana adalah ia benci harus menyangkal tunas-tunas perasaan yang tumbuh di hatinya, untuk Regan.

***

Alana

Demi mendapatkan hati Aidan, Alana melakukan kebohongan yang akhirnya membawa Alana pada Celebrity Cake Show. Dalam reality show tersebut, Alana ditantang untuk membuat berbagai macam kue dan dinilai oleh beberapa juri. Untuk keperluan acara tersebut, Alana dibawa ke Strawberry Garden Deli dan bertemu dengan Regan.

Regan

Kekecewaan pada sang ayah membuat Regan memutuskan untuk pergi dari Jakarta. Regan sudah lelah membohongi diri sendiri dengan mematuhi ayahnya untuk tidak menjadi chef, padahal dunia pastry adalah kesukaannya. Ia akhirnya datang ke deli demi mengenang lagi masa-masa bahagia saat sang ibu masih di sisinya. 

"Ketika hidup mengecewakan, pelarian terbaik adalah kenangan saat diri merasa dicintai." (Regan, hal. 21)

Bertemu dengan Regan adalah suatu keberuntungan bagi Alana. Meski awalnya Alana kesal karena Regan memberi komentar buruk pada kue buatannya, namun dari sana pula Alana menjadi tahu tentang keahlian Regan dalam membuat kue. Alana pun memanfaatkan hal itu dan meminta Regan membantunya. Dengan berbagai bujukan dan syarat, akhirnya Regan bersedia membantu Alana.

Membantu gadis selebriti itu berarti Regan harus siap menghadapi orang-orang terdekat yang akhirnya mengetahui hobi tersembunyinya. Namun, menghabiskan banyak waktu bersama gadis itu juga telah menimbulkan debar-debar asing di dada Regan. Di sisi lain, Alana juga mulai bingung dengan hatinya: apakah masih sepenuhnya milik Aidan? atau sebagian telah ditempati Regan?

"... seharusnya kamu tidak usah melakukan hal-hal yang kamu tidak suka .... Sayang kalau waktumu itu dihabiskan untuk mengerjakan hal-hal yang tidak kamu suka. Kapan kamu mau menikmati bahagia kalau begitu?" (Regan, hal. 89)

".... Nyatanya, kadang kita harus melakukan sesuatu yang kita benci untuk orang yang kita cintai." (Alana, hal. 89--90)

***

"Kita punya cara sendiri-sendiri untuk bertahan hidup tanpa orang yang kita cintai. Sebagian orang bertahan dengan memori, sebagian lagi justru terluka karena memori." (Kakek, hal. 142)

Yeaaayy... akhirnya ketemu seri Yummylit lagi. Strawberry Cheesecake ini merupakan novel yummylit ke-5 yang kubaca, sekaligus menjadi karya pertama Kak Ayuwidya yang kucicipi. Dan dibandingkan dengan seri yummylit lain yang sudah kubaca, novel ini memiliki kesan lebih ringan.

Penceritaannya dibawakan dengan santai, namun tetap rapi dan nyaman dibaca. Selain itu, penggunaan sudut pandang orang pertama juga sangat berpengaruh terhadap kesan yang kutangkap sebagai pembaca. Saat POV Alana misalnya, kalian bisa membayangkan ekspresi bosannya saat menonton tutorial membuat kue. Atau saat POV Regan, kalian akan hanyut dengan kisah mimpinya yang ditentang sang ayah. Dua situasi yang berbeda ini tertolong dengan adanya POV orang pertama, sehingga pembaca dapat merasakan posisi masing-masing tokoh.

Ceritanya dibawakan dengan alur maju. Bagian kisah masa lalu Regan pun hanya disampaikan lewat narasi saat ia menjadi pencerita. Konfliknya cukup beragam, tentang mimpi, keluarga, sahabat, juga tentang cinta. Dan karakter tokoh-tokohnya pun membuat cerita semakin hidup.

Regan digambarkan sebagai sosok yang tenang dan mampu bersikap dewasa. Sedangkan Alana sebaliknya. Ia kadang terlalu spontan dalam bertindak. Dan yang paling membuat gemas adalah bagaimana Alana begitu buta oleh cinta sesaat hingga rela berbohong demi Aidan. Padahal perasaannya mudah goyah oleh kehadiran Regan, namun ia kurang tegas dalam membuat keputusan. Lalu bagaimana dengan Aidan? Aku sama sekali enggan membahasnya. Dia terlalu menyebalkan, sama sekali bukan sosok idaman.

Pokoknya, kalau kalian sedang lelah dengan kisah cinta yang bernuansa sendu, Strawberry Cheesecake ini bisa jadi salah satu pilihan. Kelakuan Alana kalau sudah membuat kue kadang bikin senyum sendiri. Dia cukup pede meski tau kue buatannya pasti gagal. 😂😂 Dan yang paling penting, kalian bisa uji coba sendiri lewat resep-resep Regan yang ada di bagian akhir cerita.

Selamat berburu kue kesayangan dan jangan lupa baca juga seri yummylit lainnya.





Read More >>>

Jumat, 07 Juli 2017

[Wrap Up] My Booklicious Wrap Up Januari – Juni 2017

Diposting oleh My Booklicious di 14.37 0 komentar

Hola... Hola... My B kembali menyapa.

Gak terasa, sekarang udah masuk paruh kedua di tahun 2017 ini. Rasanya 6 bulan kok cepet banget lewat, ya? 😂😂 Udah ngapain aja selama semester pertama tahun ini? Semoga kita tetap semangat buat ngejar ceklist target, ya!

Nah, dari beberapa harapanku untuk tahun ini, di antaranya aku pengin makin rajin baca dan bikin review-nya. Di Goodreads Challenge, tahun ini aku menargetkan untuk baca 50 buku, tidak termasuk baca ulang. Nah pertanyaannya, sudah berapa banyak buku yang baru kubaca tahun ini?

Selama paruh pertama ini, aku udah baca 32 buku, 27 di antaranya buku baru dan 5 sisanya adalah re-read untuk keperluan review.

Buku apa aja sih yang 27 itu?
Ini dia list-nya:

2. Bintang Mika - Jacq
8. Love Cake - Jee
11. Wedding Rush - Jenny Thalia F.
14. A Wedding After Story - Merry Maeta Sari
21. Friend Don't Kiss - Syafrina Siregar
22. Dating Journey - Ally Jane
23. Miss Irresistible Stylist - Yuli Pritania
26. Persona - Fakhrisina Amalia
27. My Imperfect Lover - Lovya Diany


Dari semua buku itu, ada beberapa yang memang belum aku review, tapi ada juga yang mungkin gak akan aku buat review-nya dengan alasan tertentu. Beberapa yang akan aku review pun gak mungkin nyusul sekaligus, harus nyicil, karena harus bagi waktu (dan semangat) buat buku-buku yang masuk TBR bulan Juli ini.

***

Nah, itu dia wrap up bacaanku selama semester pertama tahun ini. Lumayan sih, 50% dari target baca 50 buku udah tercapai. Tinggal 50% lagi untuk semester kedua ini. Semoga Goodreads Challenge pertamaku ini bisa tercapai, ya. Aamiin.

Mari tetap semangat membaca dan salam literasi!





Read More >>>
 

My Booklicious Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea